Fakta Terungkap: Satlantas Polres KSB Hanya Memfasilitasi, Isu Pungli Dibantah Para Pihak

banner 120x600

Foto. Fadillah pemilik mobil pick up bersama Adrian korban saat konfrensi pers bersama awak media

Taliwang, Hariansumbawa – Seiring beredarnya kabar dugaan permintaan uang oleh oknum anggota Satuan Lalu Lintas Polres Sumbawa Barat terkait kecelakaan pada 29 November 2025, berbagai pihak yang terlibat langsung akhirnya angkat bicara. Klarifikasi mereka menguatkan bahwa informasi mengenai pungutan Rp5 juta tidak benar dan telah keluar dari konteks kejadian sebenarnya.

Fadillah, pemilik mobil pick up yang mengalami insiden tersebut, menegaskan bahwa tidak pernah ada permintaan uang dari pihak kepolisian. Ia mengatakan uang Rp5 juta yang diberikan HD, sopir truk, merupakan bentuk kepedulian pribadi kepada korban, Adrian, untuk kebutuhan pengobatan.

“Tidak benar ada pemerasan ataupun pungli yang diberitakan media sebelumnya. Pihak lantas tidak pernah meminta satu rupiah pun. HD memberikan uang itu sebagai bantuan untuk korban, untuk biaya pengobatan selama dirawat di RSUP Provinsi NTB,” ujar Fadillah dengan nada tegas, kepada media ini, Sabtu, 07 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa peran anggota Satlantas justru sebatas memfasilitasi komunikasi, memastikan tidak ada ketegangan antara pihak yang terlibat, serta membantu agar proses penyelesaian berlangsung tertib dan manusiawi. Menurutnya, tidak ada transaksi yang melibatkan petugas maupun upaya meminta tebusan kendaraan.

“Petugas hanya membantu membuka ruang komunikasi supaya semuanya berjalan baik. Tidak ada penahanan kendaraan yang dikaitkan dengan uang atau hal lainnya,” tambahnya.

Fadillah juga meluruskan isu lain soal uang Rp15 juta yang sempat muncul dalam pemberitaan. Ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil kesepakatan damai antara dirinya dan pemilik truk, Ucok, setelah menghitung estimasi perbaikan kendaraan di bengkel.

“Itu murni kesepakatan kami. Setelah dihitung bersama, kami sepakat 75 persen ditanggung pemilik dam truk dan sisanya saya. Tidak ada pembicaraan uang dengan korban maupun dengan Satlantas,” terangnya.

Ia menilai bahwa informasi yang beredar sebelumnya telah menimbulkan persepsi keliru, sehingga perlu diluruskan agar masyarakat tidak terjebak pada narasi yang salah. Menurutnya, menjaga kebenaran informasi sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah menyimpulkan sebelum tahu duduk persoalannya. Ini murni urusan antar pemilik kendaraan, bukan urusan lantas,” tambahnya.

Di sisi lain, Adrian Zenobiya selaku korban kecelakaan juga menyampaikan apresiasi kepada Satlantas karena proses penyelesaian berjalan lancar dan tidak menyulitkan dirinya. Ia menyebut bantuan biaya pengobatan yang diterimanya sangat meringankan beban.

“Saya bersyukur Satlantas memfasilitasi komunikasi dan membantu saya mendapatkan bantuan pengobatan. Prosesnya baik, tidak ada tekanan,” ungkapnya.

Meski berbagai pihak telah memberikan klarifikasi, pihak kepolisian memastikan tetap melakukan pemeriksaan internal untuk menjaga transparansi serta memastikan tidak ada ruang bagi kesalahpahaman publik. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga integritas institusi.

Proses klarifikasi ini menunjukkan bahwa penyelesaian perkara lalu lintas dapat dilakukan secara humanis, terbuka, dan tanpa prasangka. Kehadiran Satlantas Polres Sumbawa Barat dinilai bukan sebagai pihak yang membebani, tetapi sebagai jembatan komunikasi agar semua pihak dapat menyelesaikan masalah secara damai dan tanpa konflik.

Sebelumnya, diberitakan adanya dugaan permintaan uang dari oknum polisi terhadap HD, 33 tahun, warga Taliwang, untuk menebus kendaraan truknya yang ditahan usai kecelakaan. HD mengaku dimintai uang Rp15 juta dan akhirnya menyerahkan Rp5 juta kepada oknum polisi berinisial Brigadir JM pada Senin lalu.

Pernyataan tersebut kemudian diklarifikasi oleh para pihak yang terlibat langsung dan dinyatakan tidak sesuai dengan konteks sebenarnya, karena uang itu ternyata merupakan bantuan untuk biaya pengobatan korban, bukan pungutan oleh polisi. (Kief-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *