Disparpora KSB Kebut Persiapan Pariwisata Kerakyatan Lewat Rakor Lintas OPD

banner 120x600

Foto. Kegiatan Rakor yang digelar Disparpora KSB membahas percepatan program Pariwisata Kerakyatan

Taliwang, Hariansumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mempercepat pelaksanaan program Pariwisata Kerakyatan yang menjadi salah satu program unggulan tahun 2026. Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), pemkab menggelar rapat koordinasi (rakor) guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target.

Rakor yang digelar Kamis (26/3/2026) itu melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Di antaranya Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).

Dalam rakor tersebut, pembahasan difokuskan pada proses pengadaan barang dan jasa untuk mendukung pembangunan infrastruktur penunjang program Pariwisata Kerakyatan. Program itu sendiri telah masuk dalam Proyek Strategis Daerah (PSD) Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2026.

Kepala Disparpora KSB Nurdin Rahman mengatakan, koordinasi lintas OPD diperlukan agar seluruh proses pengadaan berjalan lancar, efektif, dan sesuai aturan. Dengan demikian, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui rakor ini kami ingin memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan tetap efektif sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujar Nurdin.

Tahun ini, Pemkab KSB telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 8 miliar untuk pembangunan fasilitas pendukung Pariwisata Kerakyatan di Kecamatan Brang Ene. Infrastruktur utama yang akan dibangun berupa jogging track sepanjang lima kilometer yang melintasi empat desa.

Lintasan tersebut akan dimulai dari Desa Menemeng, kemudian melewati Desa Mura dan Kalimantong, hingga berakhir di Desa Mujahidin. Kawasan itu diproyeksikan menjadi pusat pengembangan wisata berbasis masyarakat sekaligus ruang tumbuh ekonomi desa.

Bupati KSB H Amar Nurmansyah menargetkan pembangunan infrastruktur tersebut rampung pada Oktober 2026. Selanjutnya, fasilitas itu direncanakan diresmikan pada 20 November mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat.

Nurdin menegaskan, pihaknya tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga. Menurut dia, fasilitas yang dibangun harus memiliki manfaat jangka panjang karena menjadi bagian dari program unggulan daerah pada klaster Sumbawa Barat Maju Luar Biasa.

“Kualitas pembangunan tetap menjadi perhatian utama karena fasilitas ini akan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” tandasnya. (Admin01-HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *