Foto. Manager Gibran Zacky, Aditya Saputra (Kiri)
Sumbawa Barat | Genderang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 kian menggema. Seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat mulai mematangkan persiapan, menyusun strategi, dan meramu kekuatan terbaik demi meraih prestasi sekaligus menjaga gengsi daerah.
Di tengah euforia tersebut, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menaruh harapan besar pada cabang olahraga sepak bola sebagai salah satu lumbung medali. Tim yang tengah dipersiapkan disebut-sebut memiliki komposisi pemain yang cukup kompetitif untuk bersaing di level provinsi.
Namun, di balik optimisme itu, muncul satu pertanyaan yang menjadi perbincangan hangat publik: akankah wonderkid asal Seteluk, Gibran Zacky ikut memperkuat KSB di Porprov nanti?
Nama Gibran Zacky memang bukan sosok baru dalam dunia sepak bola. Pemuda berbakat asal Sumbawa Barat ini tengah meniti karier profesional bersama klub legendaris, PSIM Yogyakarta, yang dikenal sebagai salah satu tim bersejarah di kancah sepak bola nasional.
Dengan pengalaman bermain di level kompetisi nasional, Gibran dinilai memiliki kualitas di atas rata-rata pemain seusianya. Ia dipercaya mengisi posisi penyerang, dengan kemampuan mencetak gol yang tajam dan insting bermain yang matang.

Di tingkat regional NTB, rekam jejak Gibran terbilang gemilang. Ia kerap meraih gelar pemain terbaik dan top scorer dalam berbagai turnamen, menjadikannya sosok yang disegani sekaligus ancaman serius bagi lini pertahanan lawan.
Meski demikian, peluang kehadirannya di skuad KSB masih belum menemui kepastian. Manajer Gibran, Aditya Saputra, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi resmi dari pihak Pemerintah Daerah (Pemda) KSB terkait pemanggilan sang pemain.
Menurut Aditya Saputra, status Gibran saat ini sebagai pemain profesional membuat proses pemanggilan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Diperlukan komunikasi resmi antara Pemda, manajemen pemain, serta pihak klub agar tidak menyalahi kontrak yang sedang berjalan.
“Zacky terikat kontrak profesional dengan PSIM Yogyakarta. Jika ingin membawanya ke Porprov, harus ada pembicaraan resmi. Sampai sekarang, belum ada komunikasi dari pihak terkait,” ujarnya, Sabtu kepada media ini (25/4/2026).
Di sisi lain, Gibran juga tengah disibukkan dengan jadwal padat kompetisi nasional. Ia baru saja memperkuat PSIM Yogyakarta dalam laga lanjutan Elite Pro Academy (EPA), yang menjadi ajang pembinaan pemain muda di Indonesia.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi KSB. Tanpa langkah cepat dan komunikasi yang tepat, peluang menghadirkan pemain sekaliber Gibran bisa saja terlewatkan, yang berpotensi mengurangi daya gedor tim di ajang Porprov.
Kini, harapan publik Sumbawa Barat tertuju pada langkah konkret para pemangku kebijakan. Apakah birokrasi mampu bergerak cepat untuk “memulangkan” sang talenta terbaik demi memperkuat daerah, atau justru Gibran Zacky akan absen dan hanya menyaksikan perjuangan KSB dari kejauhan. (Admin01-Hs)













